Divisi Teknologi Informasi

Divisi teknologi informasi adalah devisi yang menjadi pusat kajian perkembangan teknologi dan informasi. Divisi ini memiliki tiga (3) orientasi, yaitu:

  1. Networking, berkonsentrasi pada perancangan, pemeliharaan, pengembangan (upgrade) teknologi jaringan internet berbasis pada kebutuhan (demand driver).
  2. System Development, berkonsentrasi pada pengembangan sistem teknologi informasi, sistem requirement, mendesain, membuat coding dan persiapan implementasi sistem.
  3. Mobile System and Application, berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan sistem aplikasi perangkat lunak (software).
Aktifitas

Ketiga orientasi di atas diimplementasikan dalam bentuk:

  1. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), bagi kebutuhan internal (peneliti) maupun eksternal (masyarakat) sesuai visi dan misi LPTI Pelataran Mataram.

Bagi kami, upaya pengembangan SDM merupakan sesuatu yang sangat urgen sebagai faktor penentu bagi keberhasilan pengembangan industri teknologi informasi, termasuk industri softwere untuk menuju masyarakat ekonomi digital. Oleh karena itu, bidang pelayanan ini bersifat terbuka untuk publik sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Terlebih, di Yogyakarta telah ada sekolah “pengembangan teknologi virus”, di mana sebagian besar siswanya berasal dari Malaysia dan Filipina. Ini bisa menjadi ancaman bagi keamanan informasi. Padahal, sumber daya informasi saat ini sudah menjadi komoditi penting, sehingga perlu pengembangan sistem manajemen keamanan untuk memproteksi informasi dari berbagai macam ancaman, serangan, atau penyusupan yang dapat merusak jaringan informasi.

  1. Pengembangan perangkat lunak (softwere) sistem untuk industri yang bersifat aplikatif

Kami melihat bahwa problem yang ditemukan terkait softwere tidak lagi hanya terbatas pada tidak berfungsinya softwere, tetapi pada bagaimana mengembangkannya, bahkan membuatnya, dalam jumlah besar untuk mengimbangi permintaan softwere itu sendiri. Rendahnya produktivitas pengembangan softwere membuat industri lebih banyak bergantung pada negara lain, mempengaruhi infiltrasi budaya, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai konsumen utama dunia. Bahkan, banyaknya produk sofewere luar negeri yang digunakan oleh pasar Indonesia membuat kedaulatan keamanan informasi bangsa menjadi terganggu. Karena itu, kami memfasilitasi pengembangan softwere sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri serta menjembatani keterbatasan pertahanan keamanan informasi dalam negeri.

Tujuan

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, PEMBERDAYAAN INTERNAL DAN EKSTERNAL BERDASARKAN TUJUAN PELATARAN MATARAM YANG BERKELANJUTAN

Tujuan bidang keahlian ini adalah mengembangkan SDM Indonesia untuk bekerja dalam bidang teknologi informasi, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam masyarakat, serta pertanian. Sehingga diharapakan bidang keahlian ini dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Asia. Mengingat hal tersebut, bidang pelayanan ini terbuka untuk publik secara terbatas. Hal semacam ini menjadi sangat penting ketika hadirnya sekolah “pengembangan teknologi virus” yang didirikan di Yogyakarta, dimana sebagian besar siswanya adalah warga Filipina dan Malaysia. Tentunya dapat membahayakan keamanan negara kita. Sehingga, pelatihan anak muda dikembangkan secara terbatas dengan sistem (barries) Indonesia yang tersamar. Salah satu hambatannya termasuk: penggunanan Bahasa Indonesia sebagai instruksi, dan hambatan lainnya disesuaikan dengan kondisi lapangan.

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM UNTUK INDUSTRI ( aplikatif )

Dewasa ini, penaklukan kekuatan pokok negara-negara lain dengan penggunaan teknologi informasi sangat dirasakan. Akibatnya, terlalu banyak devisa Negara yang tersia-siakan dikarenakan kurangnya sumber dari perangkat lunak yang sebanding dengan negara tersebut. Di sisi lain, penggunaan perangkat lunak tersebut akan mempengaruhi infiltrasi budaya yang sekaligus akan menjadikan Bangsa Indonesia sebagai konsumen utama dunia. Itulah mengapa perlunya dukungan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelataran Mataram menyadari bahwa kedaulatan bangsa kini terganggu karena banyaknya produk luar yang digunakan oleh pasar Indonesia. Hal ini menyebabkan ketergantungan bangsa ini pada dunia luar yang akan berbahaya bagi keamanan bangsa. Oleh karena itu, pengembangan perangkat lunak terapan mutlak diperlukan. Di sisi lain, kita melihat keterbatasan pertahanan keamanan yang dapat dipenuhi oleh anak-anak bangsa. Untuk itu, Pelataran Mataram menjadi jembatan untuk pengembangan produk ini.