Latar Belakang

logo-ori

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mutakhir menyebabkan perubahan tatanan yang cukup mendasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut bentuk jejaring dan pola hubungan sosial baru yang sangat cepat dan terbuka, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menempatkan sumber daya informasi sebagai modal utama di tengah kompetisi global. Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan komparatif berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah.

Ketertinggalan daya saing Indonesia dari negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Thailand dan Malaysia, salah satunya disebabkan oleh keunggulan komparatif yang belum ditopang dengan keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui penguasaan teknologi, pengembangan riset dan inovasi yang unggul. Atas dasar itulah pada 24 Februari 2010, sejumlah intelektual muda dari beragam disiplin ilmu dan latar keahlian, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan jaringan membentuk Lembaga Pengkajian Teknologi dan Informasi (LPTI) Pelataran Mataram, Yogyakarta.

Inisiasi pembentukan lembaga riset ini didorong oleh sebuah kesadaran dan pengertian bahwa Indonesia membutuhkan kajian-kajian kualitatif maupun kuantitatif terkait perkembangan teknologi dan informasi. LPTI berupaya menjadi lembaga riset yang intensif memberikan analisa-analisa secara obyektif, independen dan komprehensif dengan seperangkat metodologi tertentu yang akuntabel, yang dibutuhkan oleh pemerintah, lembaga/instansi, maupun swasta (pelaku industri), termasuk kalangan civil society untuk menjawab tantangan global.

Sebagai lembaga riset publik, LPTI berorientasi pada penyajian referensi pengetahuan berbasis data analitik bagi upaya pengembangan, percepatan, efektivitas dan inovasi-inovasi teknologi informasi yang dibutuhkan dalam rangka optimalisasi kebijakan dan pelayanan publik. Untuk menunjang aktivitas itu, LPTI didukung oleh banyak tenaga profesional, praktisi, akademisi dan mantan aktivis mahasiswa dengan kompetensi dan kontribusi masing-masing sesuai bidang garapnya. Oleh karena itu, bidang kajian yang dikembangkan LPTI mencakup dan melibatkan berbagai disiplin keilmuan yang saling terkait sesuai dengan divisi yang ada.